IBX58914E5E678C7

Nikmati Liburan di Tanah Dewa Sejuta Pesona di Dieng

Nikmati Liburan di Tanah Dewa Sejuta Pesona di Dieng

Sebegai negara yang masuk lingkaran cincin api dunia atau bisa dikenal dengan sebutan’The of Fire, Indonesia memiliki banyak kawasan pegunungan yang menarik untuk dikunjungi saat liburan. 

Salah satunya adalah dataran tinggi Dieng di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Kawasan yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki sejuta pesona yang dapat membuat siapapun betah berlama-lama di sana. 

Dengan udara yang sangat sejuk, dataran tinggi DIeng pun jadi tempat yang nyaman untuk menenangkan pikiran.

Menurut kepercayaan setempat, dataran tinggi Dieng adalah warisan budaya Hindu Siwa sebagai tempat tinggal para dewa di jaman dulu. Pengertian ini merujuk pada arti nama Dieng yang di ambil dari kata ‘Di’ atau tanah dan ‘Hyang’ yang berarti Dewa atau Dewi. 

Sejarah ini pun dipertegas dengan deretan candi-candi serta artefak Hindu lainnya yang bisa ditemui di ketinggian 2.000 mdpl. 

Candi-candi di dataran tinggi Dieng dikelompokan ke dalam beberapa komplek yang diberi nama sesuai tokoh-tokoh yang ada dalam kisah Punakawan Semar seperti Bima, Gatot Kaca, Arjuna, Setyaki, dan Dwarawati. 

Kompel candi ini diyakini sudah berdiri sekitar abad ke 8 yang dibangun atas perintah dari Raja Wangsa Sanjaya sebagai bakti kepada Dewa Syiwa. Kemudian di tahun 1814, deretan candi di dataran tinggi Dieng kembali ditemukan terendam dalam genangan air telaga oleh seorang bernama H.C. Cornelius. Lalu di tahun 1855, J. van Kinsberger mengalirkan air-air yang menggenangi candi untuk mengeringkan kawasan tersebut. 

Proses pengeringan ini pun dilanjutkan kembali oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1863 berdasarkan gambaran yang pernah dibuat oleh Kinsbergen. Sekarang, kompek candi di lahan seluas 1,8 x 0,8 km2 ini jadi kawasan wisata yang dengan pemandangan yang sangat epic.

Selain itu, masyarakat di dataran tinggi Dieng masih memiliki satu warisan leluhur yang terus dijaga eksistensinya, yaitu ritual pemotongan rambut Anak Gimbal/Anak Gembel/Anak Bajang. 

Mereka dipercaya sebagai titisan Eyang Agung Kaladete dan Nini Ronce yang merupakan leluhur masyarakat Dieng. Pemotongan rambut Anak Gembel ini tidak dapat dilakukan sembarangan seperti dengan membawa mereka ke tempat pemotongan rambut ‘Asgar’ atau salon. 

Soalnya, dibutuhkan ritual khusus yang tidak semua orang dapat melakukannya. Jika ritual ini tidak dilakukan, konon Anak Gembel tersebut akan jatuh sakit dan keluarganya akan mendapat musibah.

Menariknya, ritual pemotongan rambut Anak Gembel ini bisa disaksikan saat diselenggarakan Festivasl budaya Dieng. Festival yang digagas oleh masyarakat setempat ini sering berlangsung setiap tahun pada bulan Agustus. 

Belum cukup sampai di situ, pagelaran budaya ini pun dibalut dengan acara seru launnya seperti kirab budaya, pesata lampion, pameran seni dan karya masyarakat setempat, pesta kembang api, sampi helatan musik jazz berkelas internasional bertajuk ‘Jazz Atas Awan’. Oleh karena itu, bulan Agustus pun jadi waktu terbaik untuk mengunjungi tanah Dewa ini 

Belum cukup sampai di situ, dataran tinggi Dieng pun menawarkan panorama yang sangat indah. Di sana, kamu bisa melihat rekahan tanah akibat aktivitas vuklanik yang membentuk telaga dengan warna yang mencolok. Ada Telaga Warna, Pengilon, Balekambang, Ccebong, Dringi, Merdada, sampai Menjer. Lalu, ada pula kawah-kawan menawan seperti kawah Candradimuka, Sikidang dan Sileri.

Puncaknya, kamu bisa melihat pemandangan sunrise terbaik di Asia Tenggara. Keindahan matahari terbit di Dieng yang dikenal dengan julukan ‘The Golden Sunrise’ ini bisa dilihat dengan mendaki gunung Prau setinggi. 2.565 mdpl. 

Di puncak gunung ini, kamu pun dapat melihat keindahan puncak ‘si kembar’ gunung Sindoro dan gunung Sumbing tepat dihadapat mata. Gunung Prau pun memiliki padang savana berbukit yang indah di puncaknya. Selain gunung Prau, keindahan golden sunrise Dieng ini pun dapat dilihat dari Puncak Sikunir di ketinggian 2.300 mdpl.

Semua keindahan yang terpancar di dataran tinggi Dieng ini bisa dinikmati dengan berkemah atau memesan penginapan yang tersedia di kawasan pemukiman warga.

Namun, pastikan untuk selalu membawa pakaian hangat meskipun kamu berkunjung di puncak musim kemarau. Saat kemarau, suhu udara di Dieng bisa mendekati titik beku di malam hari.

Untuk sampai di tanah Dewa ini, wisatawan yang berasal dari pulau Jawa bisa memilih moda trasportasi darat. Tapi bila ingin lebih cepat, kamu bisa pesan tiket pesawat online Indonesia ke Yogyakarta terlebih dahulu. 

Lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat melalui Magelang selama 2-6 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan angkutan umum yang mengangkut kamu ke Dieng. Sedangkan cara beli tiket pesawat murah, kamu hanya perlu mengunjungi situs reservasi.com.

Di Reservasi. Kamu bisa memesan tiket pesawat online Indonesia atau mancanegara serta berbagai hotel di dekat destinasi wisata dengan penawaran harga terbaik. Jadi, ayo temukan cara beli tiket pesawat murah di reservasi.com.

Reservasi adalah cara beli tiket pesawat murah serta hotel dengan harga terbaik paling mudah dan hemat.

Share on Google Plus

About Dwi Rian

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar